BORNEONEWS, Palangka Raya – Dampak psikologis korban kekerasan dalam rumah tangga terjadi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam waktu dekat, korban biasanya mengalami kecemasan, ketakutan, sulit tidur, dan tidak merasa aman di rumah.
“Dalam waktu dekat, korban biasanya mengalami kecemasan, ketakutan, sulit tidur, dan tidak merasa aman di rumah,” Ari Pamungkas di Palangka Raya, Minggu, 26 April 2026.
Selain itu, korban juga dapat menjadi lebih sensitif, mudah menangis, atau menarik diri dari lingkungan.
Dalam jangka panjang, dampaknya dapat berkembang menjadi kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak berharga, hingga depresi.
“Dalam jangka panjang, dampaknya bisa berkembang menjadi kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak berharga, depresi,” jelasnya. (HERMAWAN DP/J)









