SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menargetkan kembali meraih juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur 2026. Target tersebut menjadi motivasi untuk mempertahankan gelar juara umum untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut.

"Target kami jelas, ingin kembali meraih juara umum tingkat kabupaten. Karena itu, sejak awal tahun hingga enam bulan ke depan pembinaan terus kami lakukan agar hasilnya maksimal," kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah, Minggu, 26 April 2026.

Seluruh cabang lomba yang dipertandingkan di tingkat kabupaten akan diikuti. Hal ini dinilai penting untuk menjaga peluang mempertahankan posisi juara umum.

Setelah melalui seleksi pada MTQ tingkat kecamatan, para peserta akan kembali dibina dan dilatih oleh pelatih yang kompeten hingga menjelang pelaksanaan MTQ kabupaten.

Sementara itu, pelaksanaan MTQ dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tahun 2026 tengah berlangsung sejak 24 hingga 27 April 2026.

Kegiatan dipusatkan di Masjid Al Hidayah yang berada di Jalan Antang Barat, Kelurahan Sawahan, sebagai arena utama. Selain itu, sejumlah lokasi lain juga digunakan, seperti Masjid Syech Maulana Umar Mas’ud, Masjid Nurul Jihad Kompi Antang, TK/TPA Masjid Al Hidayah, serta aula kantor Kelurahan Sawahan.

Sebanyak 294 peserta ikut serta dalam kegiatan ini dengan mengikuti delapan cabang lomba, yakni tilawah, tahfiz, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, karya tulis ilmiah Al-Quran, bintang vokalis, serta pawai taaruf.

Irpansyah juga menyoroti tantangan pembinaan keagamaan di era digital, khususnya dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi tersebut memiliki dua sisi, yakni memudahkan proses belajar, namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam pemahaman ajaran agama jika tidak digunakan dengan bijak.

"AI memang membantu dalam pembelajaran, tetapi untuk pemahaman agama seperti tajwid tetap harus dipelajari secara langsung agar tidak terjadi kesalahan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI)