BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Provinsi Kalimantan Tengah mulai memasuki musim kemarau pada akhir Mei 2026. Kondisi tahun ini diperkirakan lebih panas dan kering dibandingkan pola normal.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, menyampaikan bahwa awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian III atau sepuluh hari terakhir bulan Mei.
“Awalnya terjadi di wilayah Kapuas bagian selatan, Pulang Pisau bagian selatan, dan Katingan bagian selatan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu 26 April 2026.
Kondisi kemarau akan meluas secara bertahap ke wilayah tengah Kalimantan Tengah pada awal Juni. Selanjutnya pada pertengahan hingga akhir Juni, musim kering diprediksi menjangkau wilayah utara hingga kawasan pesisir.
“Pada dasarian I Juni akan meluas ke wilayah tengah, kemudian dasarian II Juni ke Barito Utara bagian utara dan sebagian Murung Raya bagian timur, hingga dasarian III Juni ke wilayah pesisir seperti Sukamara, Seruyan, dan Kotawaringin Timur,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi kemarau tahun ini berpotensi lebih kering, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran," imbaunya. (MARINI)









