KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Mahakam, Kuala Kapuas, Minggu siang 26 April 2026 memicu perhatian warga dan relawan, khususnya terkait cara penanganan korban di lokasi kejadian.

Sebelum kedatangan relawan dan petugas medis, warga sekitar yang pertama berada di lokasi berinisiatif menolong dengan cara mengangkat korban dari titik kecelakaan.

Namun tindakan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak karena dinilai berpotensi memperparah kondisi korban, terutama jika terdapat luka dalam atau patah tulang yang tidak terlihat.

“Korban diangkat seperti itu, cara mengangkatnya terlihat berbahaya,” tulis Yudi, relawan setempat menggambarkan kekhawatiran terhadap teknik evakuasi yang dianggap tidak sesuai prosedur.

Beberapa warga juga mengingatkan bahwa penanganan korban kecelakaan tidak bisa dilakukan sembarangan dan membutuhkan kehati-hatian.

“Jangan sampai niat kita menolong malah memperparah keadaan korban yang kita tidak tahu apakah ada luka dalam atau patah tulang,” ucap relawan lainnya.

Setelah relawan tiba di lokasi, penanganan korban kemudian dilakukan sesuai prosedur. Relawan juga menekankan pentingnya pemahaman dasar pertolongan pertama bagi masyarakat.

Dari laporan yang diterima, terdapat dua korban dalam kejadian tersebut. Satu korban dibawa menggunakan ambulans, sementara satu lainnya mendapat penanganan di tempat kejadian.

Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memberikan pertolongan, serta mengutamakan keselamatan dengan menunggu petugas yang memiliki keahlian sebelum melakukan evakuasi. (SABRIANOOR/R)