JAKARTA –

BORNEONEWS, Beijing – PT Indomobil National Distributor berencana menghadirkan SUV listrik Leapmotor C10 ke pasar Indonesia. Kendaraan ini diposisikan sebagai mobil keluarga dengan teknologi modern dan fitur keselamatan lengkap.

CEO Indomobil, Tan Kim Piauw, menyebut C10 dikenal sebagai family SUV yang mengedepankan konsep “human tech” untuk kenyamanan pengguna.

“C10 ini memang dirancang untuk kebutuhan keluarga, dengan teknologi yang mendukung kenyamanan dan keamanan,” ujarnya di Beijing, Minggu, 26 April 2026.

Indomobil saat ini tengah mematangkan kerja sama dengan Stellantis untuk membawa kendaraan tersebut ke Indonesia melalui skema completely knocked down (CKD). Langkah ini dilakukan agar sesuai dengan kebijakan industri otomotif nasional, termasuk pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut Tan, penerapan TKDN tidak hanya berkaitan dengan komponen, tetapi juga melibatkan pengembangan sumber daya manusia hingga peluang lokalisasi suku cadang.

Dari sisi spesifikasi, Leapmotor C10 memiliki dimensi panjang 4.739 mm yang menawarkan kabin luas untuk kebutuhan keluarga modern. Interiornya menggunakan material bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, sehingga bebas zat berbahaya dan aman bagi penumpang, termasuk anak-anak.

SUV listrik ini juga mengusung teknologi Cell-to-Chassis (C2C), yakni integrasi baterai langsung ke struktur sasis. Teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kekuatan bodi, stabilitas, serta keselamatan saat berkendara.

Untuk performa, C10 dibekali motor listrik rear-wheel drive dengan tenaga hingga 168 kW. Kapasitas baterainya mencapai 69,9 kWh dengan jarak tempuh maksimal sekitar 477 kilometer dalam sekali pengisian penuh (NEDC).

Selain itu, kendaraan ini dilengkapi 16 fitur keselamatan aktif atau advanced driver assistance systems (ADAS) untuk menunjang keamanan selama perjalanan.

Meski demikian, Indomobil belum mengumumkan harga resmi Leapmotor C10 di Indonesia. Penentuan harga masih mempertimbangkan nilai tukar serta kebijakan insentif kendaraan listrik dari pemerintah.

Langkah menghadirkan produksi lokal ini dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

ANTARA