BORNEONEWS, Bogor – Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional menilai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO 2026 menjadi langkah awal penting dalam membangun sistem pembinaan atlet domino di Indonesia.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menegaskan ajang ini tidak hanya sekadar menentukan juara, tetapi juga menjadi fondasi pembinaan berkelanjutan.
“Melalui Kejurnas ini, kami ingin membangun sistem pembinaan agar domino berkembang sebagai olahraga prestasi,” ujarnya saat konferensi pers, Minggu, 26 April 2026.
Kejurnas edisi perdana tersebut digelar di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, sejak Jumat hingga Minggu, dengan mempertandingkan kategori senior dan junior.
Hasilnya, tim Sulawesi Selatan keluar sebagai juara di kategori junior, sementara Bangka Belitung tim B meraih gelar juara di kategori senior.
Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya konsistensi dalam penyelenggaraan teknis kompetisi agar berjalan adil dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kunci keberhasilan kompetisi ada pada sistem yang tertata dan pelaksanaan yang konsisten,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi, menilai kejuaraan ini tidak hanya sukses dari sisi kompetisi, tetapi juga mampu membangun kebersamaan antarprovinsi.
Menurutnya, domino memiliki potensi besar sebagai olahraga strategi yang inklusif dan dapat dinikmati berbagai kalangan.
Selain pertandingan utama, ORADO juga menggelar laga eksibisi yang diikuti sejumlah tim, termasuk dari PB ORADO. Tim yang menghadapi PB ORADO mendapatkan skema hadiah khusus dengan nominal lebih besar.
Kejurnas ini diharapkan menjadi titik awal pengembangan olahraga domino menuju level yang lebih kompetitif di tingkat nasional.
ANTARA









