PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya secara resmi memulai langkah strategis untuk memodernisasi infrastruktur penerangan kota melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).

Langkah ini diawali dengan kegiatan benchmarking atau studi tiru yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, di Kabupaten Madiun.

Kunjungan ini untuk mendalami keberhasilan Kabupaten Madiun dalam mengelola Alat Penerangan Jalan (APJ) yang efektif dan efisien.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menyatakan bahwa skema KPDBU menjadi opsi pembiayaan infrastruktur yang sangat rasional di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Dengan menggandeng sektor swasta, Pemerintah Kota Palangka Raya optimis dapat mempercepat pemerataan akses penerangan jalan tanpa harus membebani APBD secara langsung di awal pembangunan.

"Inovasi ini sebagai solusi berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas publik yang berkualitas," katanya, Senin, 27 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya mendapatkan paparan mendalam mengenai keberhasilan Kabupaten Madiun yang telah membangun 7.459 titik APJ berbasis LED.

Teknologi ini terbukti mampu melayani sekitar 300 kilometer ruas jalan dan secara drastis menekan biaya tagihan listrik penerangan jalan hingga 53 persen setiap tahunnya.

Capaian efisiensi energi yang signifikan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi Pemerintah Kota Palangka Raya untuk segera mengimplementasikan skema serupa.

Selain aspek penghematan anggaran, implementasi KPDBU APJ dinilai memberikan dampak domino yang positif terhadap aspek sosial dan keamanan.

Dengan kondisi jalan yang terang benderang, potensi kriminalitas dan angka kecelakaan lalu lintas di malam hari dapat diminimalisir secara efektif.

Terlebih lagi, skema ini menjamin adanya layanan pemeliharaan selama 24 jam penuh, sehingga setiap kerusakan teknis dapat segera tertangani tanpa prosedur birokrasi yang panjang. (HENDRI/j)