PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan RTA Milono Kilometer 8,5, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, pada Senin 27 April 2026 pagi sekitar pukul 07.40 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian setelah terlibat tabrakan dengan sebuah dump truck.

Berdasarkan laporan awal kepolisian, kejadian berlangsung tepat di depan kantor Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Kalimantan Seksi Wilayah I Palangka Raya.

Peristiwa bermula saat dump truck Mitsubishi berwarna kuning dengan nomor polisi KH 8031 JM yang dikemudikan oleh Rendi Ade Saputra (22) melaju dari arah Sabaru menuju simpang empat Banjarmasin.

Di saat bersamaan, dari sisi kiri jalan muncul sepeda motor Yamaha Mio Soul berwarna merah-hitam dengan nomor polisi DA 4679 FH yang dikendarai oleh Ali Yasan (72). Karena jarak yang dinilai sudah terlalu dekat, kedua kendaraan tersebut mengalami serempetan atau tabrakan dari arah samping.

Akibat benturan yang cukup keras tersebut, korban terjatuh dan sayangnya terlindas oleh ban truk yang melintas. Ali Yasan, warga Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, dilaporkan mengalami luka berat dan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Polresta Palangka Raya, Ipda Amat, menyampaikan bahwa kecelakaan ini termasuk dalam kategori laka lantas ganda dengan jenis tabrak samping.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan," ujarnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerusakan material pada sepeda motor yang dikendarai korban. Sementara itu, pengemudi dump truck saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna proses hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polresta Palangka Raya juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

"Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan bersama dan menghindari terjadinya musibah serupa di kemudian hari," pungkasnya. (PATHUR/j)