BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong, mengungkapkan kendala mewujudkan otonomi daerah di Gunung Mas.
"Salah satu kendala dalam mewujudkan otonomi daerah yang optimal adalah keterbatasan anggaran termasuk yang ditransfer dari pemerintah pusat ke daerah," ujar Jaya, Senin, 27 April 2026.
Hal tersebut dinilai berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Menurutnya, besaran dana transfer dari pusat masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan di daerah. Akibatnya, sejumlah program prioritas harus disesuaikan bahkan ditunda karena keterbatasan pembiayaan yang tersedia.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan kebijakan pembangunan. Fokus utama diarahkan pada program-program yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain persoalan anggaran, Jaya juga menyoroti pelaksanaan otonomi daerah yang dinilainya masih “setengah hati”.
"Menurut saya otonomi daerah masih setengah hati, kewenangan daerah dalam mengelola potensi dan kebijakan masih belum sepenuhnya diberikan secara maksimal," ucapnya.
Ia berharap ke depan pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih besar, baik melalui peningkatan dana transfer maupun pelimpahan kewenangan yang lebih luas.
Dengan demikian, daerah dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi dan mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (RISKA YULYANA/y)
Bupati Ungkap Kendala Wujudkan Otonomi Daerah di Gunung Mas
Bagikan:

KUALA KURUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Gunung Mas Minta Semua Pemangku Kepentingan Bersinergi Sukseskan Penilaian KKS 2027
Tegas! Bupati Gunung Mas Kembali Tutup Sementara Operasional PBS
Bupati Gunung Mas Dorong PBS Berkomitmen Menindaklanjuti TSLP/CSR
Bupati Gunung Mas Serahkan Bantuan untuk Tiwah di Tanjung Karitak
Bupati Gumas Serahkan Bantuan untuk Tiwah di Tanjung Karitak
Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Bupati Gunung Mas Dorong PAD Digenjot
Komentar (0)
Memuat komentar…







