BORNEONEWS, Palangka Raya - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan pertumbuhan laba sebesar 41,6 persen menjadi Rp1,16 triliun, dengan dukungan pendapatan yang mencapai Rp14,81 triliun.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan capaian tersebut tidak terlepas dari peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga komoditas sawit di pasar global.
"Kondisi tersebut memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu, kita terbantu karena ada kenaikan harga," kata Hartono pada Senin, 27 April 2026.
Selain faktor eksternal, lanjutnya, kinerja operasional juga menjadi penopang utama. Perusahaan terus mendorong efisiensi dan optimalisasi produksi di seluruh lini usaha, sehingga mampu menjaga produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.
"Di sisi lain, langkah ekspansi melalui aksi korporasi turut memperkuat kinerja," katanya lagi.
Akuisisi 98,328 persen saham PT Sawit Mandiri Lestari atau SML dinilai memberikan kontribusi positif, terutama karena profil tanaman sawit yang relatif muda sehingga menghasilkan crude palm oil atau CPO dengan kualitas lebih baik.
Manajemen SSMS juga menilai prospek industri kelapa sawit nasional masih menjanjikan. Permintaan global yang tetap tinggi serta kebutuhan domestik menjadi faktor pendorong keberlanjutan bisnis ke depan.
SSMS pun memastikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah, termasuk implementasi biodiesel B50. Dengan produksi CPO nasional yang mencapai sekitar 50 juta ton per tahun, perusahaan optimistis kebutuhan bahan baku biodiesel sebesar 16 hingga 20 juta ton dapat terpenuhi. (TESTI PRISCILLA/y)









