SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang anak berinisial ASA yang tenggalam di Sungai Tualan, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditemukan meninggal dunia, Senin, 27 April 2026.

Dari informasi yang dihimpun korban ditemukan sekitar pukul 15.09 WIB. Korban yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTS) ditemukan oleh warga bersama tim gabungan dari Forkopimcam Kecamatan Parenggean.

Saat dikonfimasi Multazam Kepala BPBD Kotim, membenarkan pemenuman jenazah korban tersebut. Saar ini korban telah dievakuasike Rumah Sakit Pratama Parenggean.

"Sudah ditemukan, sekitar pukul 15.09 tadi," kata Multazam, Senin, 27 April 2026.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban berencana hendak mandi dan berenang di Sungai Tualan bersama empat orang temannya yakni R, B, A dan R. Kemudian, sesampainya di sungai teman korban menyarankan agar korban tetap dipinggiran sungai karena tidak bisa berenang.

Saat itu, korban memutuskan untuk ikut berenang di tiang kayu yang berjarak 10-15 meter dari tepian sungai. Tidak lama korban hendak kembali ke tepian, namun di tengah perjalanan korban kehabisan tenaga dan meminta tolong kepada temannya.

Korban yang saat itu panik dan berontak di dalam air dan berusaha menarik tangan temannya, namun sayang pegangan tangan korban terlepas, dan korban hanyut terbawa arus sungai sebelum akhirnya tenggelam. (BUDDI RAHMAT H/H)