PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dengan menggelar kegiatan tasyakuran, Senin

Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Dawa’i, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna, dengan mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual yang terhubung langsung dengan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia di Jakarta.

“Pada hari ini Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun melaksanakan kegiatan tasyakuran dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, dan kami juga mengikuti secara online kegiatan dari pusat,” ujar Dawa’i.

Dalam kegiatan tersebut, selain mengikuti acara nasional, jajaran Lapas Pangkalan Bun juga menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.

Tidak hanya itu, momentum peringatan ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, seperti penyerahan beasiswa kepada putra-putri petugas lapas serta bantuan gerobak usaha bagi keluarga warga binaan sebagai dukungan terhadap pengembangan UMKM.

Dawa’i menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas, termasuk memastikan tidak adanya praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan lapas.

“Kami berkomitmen tidak akan melakukan pungli terhadap warga binaan, sehingga tercipta suasana yang aman dan tentram di dalam lapas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa pembinaan yang diberikan kepada warga binaan diharapkan mampu menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Tujuan kami dalam pembinaan adalah agar apa yang ditanamkan selama di lapas bisa dimanfaatkan setelah bebas, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ini, pihaknya berharap dapat terus meningkatkan kredibilitas lembaga pemasyarakatan, sekaligus menciptakan warga binaan yang lebih baik dan produktif.

“Harapan kami, momen ini menjadi penguat untuk meningkatkan kredibilitas, sehingga warga binaan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (DANANG/H)