BORNEONEWS, Palangka Raya – Peran off-taker dalam mendukung ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi bagian penting dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah ini berlangsung di Aula Eka Hapakat Lt. III Kantor Gubernur dan dibuka oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Darliansjah mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden.
FGD dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, serta off-taker sebagai bagian dari rantai ekosistem ekonomi.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antar pihak dalam membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi guna memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
“Yang kami garis bawahi di sini adalah bagaimana sektor jasa keuangan bisa berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalteng Primandanu Febriyan Aziz seperti dikutip Borneonews pada Senin, 27 April 2026.
Ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sekitar 4,8 persen pada akhir 2025 perlu terus didukung melalui inovasi dan pengembangan sektor UMKM. (HERMAWAN DP/H)
Peran Off-Taker Didorong dalam Ekosistem Ekonomi Terintegrasi Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint di Australia
BPJS Kesehatan Gandeng MUI Palangka Raya Perluas Edukasi JKN Lewat Tasbih JKN
Jendi Pangabean Ingatkan Junior Tak Cepat Puas Setelah Raih Emas
HKm Tani Sejati Siapkan Tiga Kolam Bioflok, SSMS Dorong Pengembangan Usaha Perikanan
Nilai Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS
Luas Karhutla Kalteng 2026 Sekitar 15 Kali Lipat Tahun Lalu, Seruyan dan Kotim Melonjak Tajam
Komentar (0)
Memuat komentar…







