SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan pembersihan obstacle di kawasan Bandara H Asan Sampit sebagai langkah mendukung keselamatan penerbangan sekaligus menyambut rencana pendaratan pesawat Airbus A320.

"Kegiatan penebangan pohon yang menjadi obstacle ini berdasarkan hasil rapat dengan AirNav, pihak bandara, dan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan. Ini bagian dari upaya mendukung keselamatan penerbangan," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Senin, 27 April 2026.

Ia menyebut pohon yang menjadi penghalang terutama berada di sekitar runway 13 dan runway 31. Keberadaan pohon tinggi dinilai mengganggu jarak pandang, khususnya saat pesawat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan.

"Beberapa pohon yang tinggi menjadi prioritas karena saat pesawat take off atau landing, tidak terlihat dari tower. Ini tentu menjadi perhatian serius," tambahnya.

Proses penertiban dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat. Dishub sebelumnya telah melakukan sosialisasi serta pertemuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya keselamatan penerbangan. "Kami sudah sosialisasi ke masyarakat. Alhamdulillah mereka memahami karena ini menyangkut keselamatan bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat 2 jenis pohon yakni pohon produktif dan tidak produktif. Untuk pohon produktif milik warga, pemerintah juga menyiapkan mekanisme ganti rugi.

Raihansyah berharap, langkah ini dapat menjadi salah satu faktor pendukung agar pesawat berbadan besar seperti Airbus A320 dapat beroperasi di Bandara H Asan Sampit.

"Progres ini sudah kami laporkan ke pihak bandara dan AirNav sebagai bahan untuk menarik operator penerbangan, khususnya Airbus," bebernya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya tersebut agar pengembangan transportasi udara di Kotim dapat berjalan optimal.

"Mudah-mudahan dengan upaya ini, Airbus A320 bisa segera mendarat di Bandara H Asan Sampit," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)