BORNEONEWS, Palangka Raya - Akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari atau SML oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menjadi salah satu langkah strategis yang mulai menunjukkan dampak positif terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2025.
Melalui kepemilikan sebesar 98,328 persen saham, SML kini berperan sebagai salah satu penopang pertumbuhan bisnis SSMS. Kontribusi tersebut terutama berasal dari profil tanaman kelapa sawit yang relatif muda, sehingga memiliki produktivitas dan kualitas yang lebih baik.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono menyampaikan bahwa usia tanaman yang berada di bawah rata-rata industri memberikan keunggulan tersendiri.
"Hal ini berdampak pada hasil produksi crude palm oil (CPO) yang lebih optimal, baik dari sisi volume maupun kualitas," kata Hartono pada Senin, 27 April 2026.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, keberadaan SML juga memperkuat struktur operasional perusahaan. Integrasi aset dan pengelolaan yang lebih efisien memungkinkan SSMS untuk memaksimalkan potensi lahan serta meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Langkah akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Dengan portofolio perkebunan yang semakin solid, SSMS memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika industri kelapa sawit.
"Ke depan, kontribusi SML diharapkan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan tanaman dan optimalisasi pengelolaan," jelasnya.
SSMS pun optimistis langkah ekspansi ini akan menjadi motor baru dalam mendorong kinerja perusahaan sekaligus mendukung kebutuhan industri sawit nasional.(TESTI PRISCILLA)









