BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen memperkuat tata kelola industri sawit berkelanjutan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam Pelatihan Asesor ISPO Hilir yang melibatkan Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional atau BSN, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Sebanyak 38 peserta dari berbagai instansi mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas calon asesor," kata Angga Sanggraha selaku Manager QHSE Sys. dan Certification dalam rilis SSMS pada Senin, 27 April 2026.
Mereka dipersiapkan untuk bergabung dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN) guna melakukan penilaian terhadap lembaga sertifikasi dalam skema Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) hilir.
Kegiatan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dilengkapi pembelajaran berbasis praktik melalui kunjungan lapangan. Peserta mengunjungi fasilitas operasional PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), termasuk pabrik kelapa sawit Sulung Mill.
"Di lokasi tersebut, peserta melakukan verifikasi langsung proses produksi crude palm oil (CPO), mulai dari penerimaan tandan buah segar hingga menjadi produk akhir," jelas Angga lagi. Proses ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai rantai produksi sawit.
Kunjungan dilanjutkan ke fasilitas refinery PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), di mana peserta melihat langsung proses hilirisasi minyak sawit.
Rombongan disambut oleh jajaran manajemen, termasuk Chief Executive Officer PT CBUT dan Ronny Hertantyo Raharjo selaku Chief Financial Officer.
Pelatihan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem sertifikasi ISPO hilir, sekaligus memastikan implementasi standar keberlanjutan berjalan lebih efektif dan kredibel di seluruh rantai industri sawit nasional.(TESTI PRISCILLA)









