PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menunjukkan optimisme terhadap prospek industri kelapa sawit nasional di tengah dinamika pasar global. Keyakinan ini didukung oleh tingginya permintaan serta peran strategis sawit dalam mendukung program energi nasional.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan bahwa kebutuhan crude palm oil atau CPO baik untuk pasar ekspor maupun domestik masih akan terus meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

"Salah satu faktor pendorong optimisme tersebut adalah program biodiesel B50 yang terus didorong pemerintah," kata Hartono pada Senin, 27 April 2026.

Program ini dinilai mampu menyerap produksi CPO dalam jumlah besar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan produksi CPO Indonesia yang mencapai sekitar 50 juta ton per tahun, kebutuhan untuk program B50 diperkirakan berada di kisaran 16 hingga 20 juta ton.

"SSMS menilai kapasitas tersebut masih sangat memadai untuk memenuhi permintaan domestik tanpa mengganggu kebutuhan ekspor," katanya lagi.

Di sisi internal, SSMS juga terus memperkuat kinerja operasional melalui efisiensi dan optimalisasi produksi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Perusahaan memastikan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjaga pertumbuhan usaha.

"Dengan kombinasi permintaan yang kuat dan strategi operasional yang solid, SSMS optimistis mampu mempertahankan kinerja positif ke depan," terangnya.(TESTI PRISCILLA)