PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program SPPG dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pergerakan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pasar bagi hasil produksi petani lokal di Kalimantan Tengah.

Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN Regional Kalimantan Tengah, Elisa Agustino menyampaikan bahwa kebutuhan bahan baku dalam program tersebut bersifat besar dan berkelanjutan.

Kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi petani untuk memperluas pasar hasil panen mereka.

Menurut Elisa, komoditas lokal seperti buah naga memiliki potensi besar untuk masuk dalam rantai pasok program SPPG. Dengan dukungan yang tepat, petani dapat berperan sebagai pemasok utama yang mampu memenuhi kebutuhan secara konsisten.

“Dengan kebutuhan bahan baku yang besar dan berkelanjutan, program ini membuka peluang luas bagi petani lokal untuk menjadi pemasok utama. BGN siap mendukung dan menyerap hasil panen petani, sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal guna memastikan ketersediaan pasokan yang berkelanjutan,” kata Elisa dalam rilis OJK Kalteng pada Senin, 27 April 2026.

Ia menambahkan, kesiapan BGN dalam menyerap hasil produksi petani menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian pasar.

"Hal ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan petani untuk terus mengembangkan usaha budidaya mereka," tambahnya. Ke depan, sinergi antara pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci agar potensi ini dapat dimaksimalkan.

"Dengan koordinasi yang kuat, program SPPG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi, tapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah," tuturnya optimistis.(TESTI PRISCILLA/R)