BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi dan inklusif. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi mampu dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Darliansjah, menyampaikan bahwa sinergi antar sektor menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih berkualitas. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Focus Group Discussion atau FGD Pengembangan Ekonomi Daerah atau PED buah naga di Kota Palangka Raya.
Menurut Darliansjah, pertumbuhan ekonomi yang telah menunjukkan kinerja positif perlu diarahkan agar lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan peran sektor jasa keuangan, kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang telah baik dapat ditransformasikan menjadi lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam rilis OJK Kalteng pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, peran sektor jasa keuangan menjadi sangat strategis dalam mendukung pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Akses keuangan yang lebih luas diharapkan mampu memperkuat kapasitas usaha dan mendorong peningkatan produktivitas di daerah.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga jasa keuangan, hingga pelaku usaha, guna menciptakan ekosistem ekonomi yang solid," katanya.
Dengan langkah tersebut, diharapkan pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)









