BORNEONEWS, Sampit – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resmi berakhir dengan sukses dan melahirkan generasi Qur’ani yang siap bersaing di tingkat kabupaten.
"Tadi dewan hakim menyampaikan, insyaallah dari hasil penilaian ini, 99 persen kita mampu mempertahankan juara umum di tingkat kabupaten," kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, Senin, 27 April 2026.
Hal tersebut ia sampaikan saat penutupan MTQ dan FSQ ke-57 tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Masjid Al-hidayah, Kelurahan Sawahan.
Ia menegaskan, penilaian dilakukan secara objektif tanpa unsur nepotisme, mengingat persaingan di tingkat kabupaten akan semakin ketat.
Menurut Irpansyah, MTQ dan FSQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus upaya meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat syiar Islam serta membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak Qur’ani," ujarnya.
Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut, serta kepada dewan hakim dan juri yang telah bekerja maksimal selama pelaksanaan.
Berakhirnya MTQ dan FSQ bukan berarti pembinaan berakhir. Kecamatan akan menyiapkan para juara 1 masing-masing cabang lomba untuk mewakili Mentawa Baru Ketapang pada MTQ tingkat Kabupaten Kotim yang akan digelar di Mentaya Hulu.
Ketua panitia yang merupakan Lurah Sawahan Abdul Kholiq menambahkan, MTQ dan FSQ memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.
"Kegiatan ini bertujuan agar kita memahami, meneladani, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sehingga membawa keselamatan dunia dan akhirat," ujarnya.
MTQ dan FSQ ke-57 tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang digelar selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026, dengan Masjid Al Hidayah sebagai lokasi utama.
Sebanyak 294 peserta beradu dalam delapan cabang lomba, yakni tilawah, tahfiz, fahmil Quran, syarhil Quran, khattil Quran, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, bintang vokalis, serta pawai taaruf.
Total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp161,3 juta yang seluruhnya dapat terpenuhi berkat dukungan berbagai pihak.
Panitia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun materi, sehingga kegiatan berjalan lancar dan sukses. (DEWI PATMALASARI/j)









