BORNEONEWS, Palangka Raya - Sinergi antara pemerintah, lembaga standardisasi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Pelatihan Asesor ISPO Hilir.
Keterlibatan Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem sertifikasi.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dan PT Citra Borneo Utama Tbk turut berperan aktif dengan membuka akses pembelajaran bagi peserta. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor.
Manager QHSE Sys. dan Certification, Angga Sanggraha menyatakan bahwa penguatan kompetensi asesor akan berdampak langsung pada kualitas implementasi standar keberlanjutan di industri sawit.
"penguatan kompetensi asesor ini akan berdampak langsung pada kualitas implementasi standar keberlanjutan di industri sawit," katanya dalam rilis SSMS pada Selasa, 28 April 2026.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab, efisien, serta memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
"Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus diperkuat agar industri sawit Indonesia tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu menjawab tuntutan pasar global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan," kata Chief Financial Officer, Ronny Hertantyo Raharjo. (TESTI PRISCILLA/y)









