BORNEONEWS, Palangka Raya - Menentukan fokus usaha menjadi strategi penting bagi I Putu Aditya Saputra dalam mengembangkan bisnis sayuran hidroponik yang ia jalankan sejak 2019.
Alih-alih menanam berbagai jenis sayuran, Aditya memilih memusatkan produksi pada selada air. Keputusan itu diambil berdasarkan permintaan pasar yang stabil terhadap komoditas tersebut.
“Saya fokus selada air saja, karena pelanggan memang pesan itu. Kalau ada yang pesan lain dan jumlahnya banyak, baru bisa ditanam,” jelasnya kepada Borneonews pada Selasa, 28 April 2026.
Dengan metode hidroponik, ia mampu mengatur siklus tanam yang relatif konsisten. Dalam waktu sekitar 45 hingga 50 hari, tanaman sudah siap dipanen. Bahkan, setiap harinya ia bisa memanen satu meja tanaman.
Meski terlihat stabil, Aditya mengakui bahwa usaha pertanian memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal perawatan dan serangan penyakit tanaman.
“Petani itu sulit di konsistensi. Perawatannya susah, bisa kena penyakit juga,” ujar Pemuda yang baru berusia 24 tahun ini.
Untuk mendukung operasional, ia mempekerjakan dua tenaga freelance saat diperlukan, khususnya ketika panen atau pembersihan area tanam.
Dengan strategi fokus dan menyesuaikan permintaan pasar, usaha yang dirintisnya kini mampu bertahan dan terus berkembang di tengah tantangan sektor pertanian. (TESTI PRISCILLA/y)









