BORNEONEWS, Palangka Raya - Program edukasi lingkungan bertajuk Orangutan Goes to School atau OGTS kembali digelar sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian satwa liar sejak dini. Kali ini, kegiatan menyasar siswa di bawah naungan Yayasan Abdul Rasyid, yakni SMP dan SMK Sumbermas Sarana.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 siswa yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi. Program OGTS sendiri merupakan inisiatif dari BOS Foundation yang fokus pada perlindungan orangutan dan habitatnya di Kalimantan.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Hermawan selaku perwakilan tim komunikasi BOS Foundation. Ia memaparkan pentingnya menjaga kelestarian orangutan yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat hingga konflik dengan manusia.
“Orangutan merupakan satwa endemik yang sekitar 90 persen populasinya hanya terdapat di Indonesia, yaitu di Kalimantan dan Sumatra. Karena itu, tanggung jawab menjaga kelestariannya ada pada kita bersama,” ujar Hermawan dalam rilis yang diterima Borneonews pada Selasa, 28 April 2026.
Tak hanya penyampaian materi, siswa juga diajak mengikuti sesi interaktif bertajuk “5 Menit Menjadi Ahli Primata”.
"Melalui pendekatan ini, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis primata, ciri khas, serta perbedaan antarspesies secara lebih menyenangkan," tuturnya.
Menurut Hermawan, metode interaktif dinilai efektif dalam membantu siswa memahami materi sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap dunia satwa liar. Ia menegaskan bahwa pemahaman menjadi langkah awal dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. (TESTI PRISCILLA/H)









