BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya, Andri Permata, menerima kunjungan kerja dari jajaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala beserta perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.
Pertemuan ini diadakan guna membahas berbagai hal bersifat strategis dan teknis terkait pengelolaan Barang Milik Daerah, serta menjadi sarana berbagi pengetahuan antar kedua daerah.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam mengenai penyesuaian isi peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan barang milik daerah.
Penyesuaian ini dilakukan agar ketentuan yang berlaku di daerah selaras dan mengikuti perkembangan peraturan terbaru, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024, sehingga tidak ada lagi ketidaksesuaian yang dapat menimbulkan kendala di lapangan.
Selain itu, turut diuraikan dan dibahas bersama mengenai mekanisme penjualan kendaraan dinas yang diperuntukkan bagi unsur pimpinan.
Penjelasan diberikan secara rinci mulai dari tahapan persiapan, persyaratan, hingga pelaksanaannya yang harus dilakukan melalui proses lelang, sebagaimana diatur dan diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan agar berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Pembahasan juga mencakup tata cara serta prosedur penghapusan barang milik daerah dari daftar inventaris," katanya, Selasa, 28 April 2026.
Hal ini penting diketahui dan dipahami dengan baik, mengingat proses tersebut memiliki tahapan baku yang harus dilalui dan memenuhi syarat-syarat tertentu, sehingga keberadaannya maupun ketiadaan aset daerah senantiasa tercatat dengan tertib dan sah secara hukum.
Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai wadah diskusi bersama untuk menyusun dan menyempurnakan pasal-pasal yang tercantum dalam rancangan maupun peraturan daerah yang sudah ada.
Tujuannya agar aturan yang disusun nantinya dapat mencakup berbagai aspek kebutuhan, mudah diterapkan di lapangan, serta tetap berpegang teguh pada ketentuan yang berlaku secara nasional.
Melalui pertemuan yang berjalan dengan hangat dan penuh kekeluargaan ini, terjalin pertukaran informasi serta pengalaman yang berharga.
"Kerja sama dan komunikasi yang terbangun diharapkan dapat memperkaya wawasan kedua belah pihak, sekaligus melahirkan praktik pengelolaan keuangan dan aset daerah yang lebih baik, tertib, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/H)









