BORNEONEWS, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jamaah calon haji Indonesia untuk bijak mengatur ritme ibadah di Masjidil Haram dan tidak memforsir tenaga demi menghindari risiko gangguan kesehatan di tengah cuaca panas Kota Makkah.
Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) dan Jamaah Lansia-Disabilitas Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Ridwan Siswanto menyoroti fenomena euforia ibadah yang kerap memicu jamaah mengabaikan waktu istirahat.
"Banyak calon haji merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya terus beribadah, digeber, bahkan ada yang sampai semalaman hingga waktu tahajud," ujar Ridwan di Kantor Daker Makkah, Selasa.
Ia menyampaikan bahwa semangat ibadah yang tinggi tersebut seringkali membuat jamaah kelelahan. Jika fisik sudah terkuras, jamaah dikhawatirkan tumbang dan berhalangan mengikuti jadwal kegiatan wajib dari kelompok terbang (kloter) maupun puncak ibadah haji.
Selain masalah kurang tidur, petugas juga menemukan banyak calon haji yang sengaja mengurangi minum. Hal itu dilakukan karena jamaah khawatir sering buang air kecil dan batal wudhu, mengingat jarak tempat wudhu yang cukup jauh jika mereka sudah mendapatkan posisi nyaman di dalam Masjidil Haram.
Menurut Ridwan, kombinasi antara cuaca ekstrem, kelelahan fisik, dan dehidrasi adalah pemicu utama terjadinya serangan panas atau heat stroke. Oleh karena itu, ia mengimbau jamaah untuk tetap terhidrasi dengan metode minum secara berkala.
"Sering minum itu berkala, setiap lima menit minum dua teguk, sehingga kecukupan cairan di dalam tubuh itu terjaga," kata Ridwan.
Petugas berharap jamaah dapat memprioritaskan kondisi kesehatan fisik dan menjaga stamina agar tetap prima hingga seluruh rangkaian rukun dan wajib haji selesai dilaksanakan.
ANTARA









