BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang juga membahas evaluasi dukungan daerah terhadap Program 3 Juta Rumah serta sosialisasi jaminan produk halal.
Kegiatan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir tersebut berlangsung secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan bahwa inflasi dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, khususnya dari luar daerah.
“Perubahan harga sangat bergantung pada pasokan. Gangguan pasokan dari luar daerah akan berdampak pada ketersediaan serta harga di daerah,” ujar Yuas seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 28 April 2026.
Rakor juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah, termasuk tantangan ketersediaan lahan, percepatan perizinan, dan sinergi antarinstansi.
Selain itu, kegiatan mencakup sosialisasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal guna meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha, khususnya UMKM, terhadap sertifikasi halal dengan dukungan pemerintah daerah. (HERMAWAN DP/R)
Rakor Inflasi 2026 Evaluasi Program 3 Juta Rumah dan Jaminan Produk Halal
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Pemprov Kalteng Siapkan Bantuan Pangan untuk Hampir 5.000 Penerima Terdampak Karhutla
Pemprov Kalteng Salurkan Masker dan Vitamin untuk Masyarakat Terdampak Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Masyarakat Berdoa agar Karhutla Berakhir
Pemprov Kalteng Gelar Istighosah dan Doa Bersama Hadapi Karhutla
Ribuan Santri Gelar Istighatsah, Doakan Kalteng Bebas Karhutla dan Kabut Asap
Komentar (0)
Memuat komentar…






