BORNEONEWS, Palangka Raya -
Memasuki hari kedua pelaksanaan live in, Selasa, 28 April 2026, para siswa Kolese Kanisius Jakarta memulai aktivitas dengan mengikuti Misa harian pagi bersama komunitas SMAK Santo Aloysius Palangka Raya. Ibadah ini menjadi titik awal penyatuan iman sebelum menjalani rangkaian kegiatan sepanjang hari.
Direktur SMAK Santo Aloysius, RD Romanus Romas, menilai Misa pagi menjadi fondasi penting dalam membangun kedalaman spiritual para peserta.
"Kegiatan live in tidak hanya menekankan pengalaman sosial, tetapi juga keseimbangan antara iman dan tindakan nyata," kata Pastor Roman kepada Borneonews.
Usai Misa, para siswa langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas bersama siswa SMAK Santo Aloysius. Mereka tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung sederhana namun sarat makna.
"Interaksi antar siswa dari dua latar belakang berbeda ini menghadirkan dinamika tersendiri. Para peserta belajar beradaptasi, berbagi pengalaman, serta memahami cara belajar yang mungkin berbeda dari keseharian mereka di Jakarta," tuturnya lagi.
Pendamping dari Kolese Kanisius Jakarta, yakni Fajar, Andi, dan Pebri, turut mendampingi jalannya kegiatan. Kehadiran mereka memastikan para siswa tetap terarah sekaligus mampu merefleksikan setiap pengalaman yang dijalani.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin memahami makna kebersamaan dan mampu menghidupi nilai “Man for Others, Man for God” dalam keseharian mereka. (TESTI PRISCILLA/j)









