PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui perluasan akses keuangan yang inklusif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif atau EKI di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, bersama Kepala Desa Tanjung Putri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan, penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan formal dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada pembiayaan informal yang berisiko tinggi.

“Melalui program EKI, kami ingin memastikan masyarakat desa memiliki pemahaman dan akses yang memadai terhadap layanan keuangan, sehingga mampu mengelola potensi ekonomi secara lebih produktif dan berkelanjutan,” kata Primandanu pada Rabu, 29 April 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, capaian literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing berada di angka 66,46 persen dan 80,51 persen. Namun, pada kelompok petani dan nelayan, angkanya masih lebih rendah, yakni 58,87 persen untuk literasi dan 69,40 persen untuk inklusi, sementara di wilayah perdesaan tercatat 59,60 persen dan 75,70 persen.

"Di sisi lain, Desa Tanjung Putri memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya di sektor perikanan dengan estimasi produksi mencapai sekitar satu ton ikan per hari. Desa ini juga telah didukung keberadaan agen laku pandai yang menjadi pintu masuk layanan keuangan bagi masyarakat," jelas Primandanu.

Sejalan dengan pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), keberadaan EKI diharapkan mampu memperkuat ekosistem keuangan desa. Program ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 5,4–16,2 persen, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.

"Melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan, masyarakat Desa Tanjung Putri diharapkan mampu memanfaatkan potensi ekonomi secara optimal, mandiri, dan berkelanjutan," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)