BORNEONEWS, New York – Pemerintah Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memastikan kebebasan navigasi tetap terjaga, khususnya di kawasan strategis Selat Hormuz.
Desakan tersebut disampaikan Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz Alwasil, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keselamatan jalur pelayaran maritim, Senin, 27 April 2026.
Ia menegaskan, Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perekonomian global, sehingga setiap gangguan terhadap kebebasan navigasi akan berdampak langsung pada stabilitas pasar energi dan rantai pasok internasional.
“Ancaman terhadap jalur ini dapat memicu gangguan serius terhadap keamanan ekonomi dunia,” ujarnya.
Alwasil menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, penguatan kerja sama antarnegara, serta implementasi resolusi Dewan Keamanan untuk menjaga stabilitas kawasan.
Selain itu, Arab Saudi juga menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya internasional dan regional dalam mendorong de-eskalasi konflik, termasuk inisiatif mediasi yang dipimpin oleh Pakistan.
Dalam kesempatan tersebut, Alwasil turut mendesak Dewan Keamanan PBB untuk secara tegas mengecam serangan yang disebut berasal dari Iran terhadap Arab Saudi sejak awal krisis.
Ia berharap langkah kolektif internasional dapat memperkuat stabilitas kawasan sekaligus menjaga kelancaran jalur perdagangan global.
ANTARA









