BORNEONEWS, Palangka Raya - Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah menegaskan bahwa sektor kelapa sawit masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan “Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit” yang digelar GAPKI Cabang Kalimantan Tengah bersama Media Perkebunan pada 28-30 April 2026.
Menurut Nurhidayah, hampir 60 persen masyarakat Kotawaringin Barat menggantungkan hidup pada sektor kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadikan stabilitas dan keberlanjutan industri sawit sangat berpengaruh terhadap daya beli dan pergerakan ekonomi masyarakat.
“Ekonomi kita bergerak dari kelapa sawit. Jadi kalau belum ada kepastian akan berdampak pada daya beli masyarakat. Kami pada periode pertama telah memberikan bibit kelapa sawit dan setiap tahun dianggarkan 25.000 bibit untuk kelompok tani maupun perorangan,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, ia juga menyoroti pentingnya pengarusutamaan gender dalam sektor perkebunan. Termasuk di dalamnya perlindungan pekerja perempuan, pencegahan pekerja anak, serta pemberian upah yang layak bagi buruh perkebunan.
Sementara itu, Wakil Ketua GAPKI Kalimantan Tengah, Siswanto, menyampaikan bahwa sektor sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan, khususnya bagi petani. Ia menyebut kondisi petani tidak sedang dalam situasi yang baik-baik saja di tengah tekanan global dan perkembangan teknologi.
“Tantangan globalisasi dan teknologi merupakan tantangan yang musti kita selaraskan dalam meningkatkan produktivitas di industri kelapa sawit. Kami berterima kasih kepada Media Perkebunan bisa mengadakan kali kedua acara ini, semoga bisa memberikan manfaat dan masukan berharga sebagai acuan untuk meningkatkan produktivitas, baik di perusahaan maupun khususnya petani rakyat,” tandasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









