BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain menyampaikan pendapat akhir terhadap dua rancangan peraturan daerah, Fraksi Golongan Karya DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyampaikan sejumlah saran dan harapan kepada pemerintah daerah dalam rapat paripurna, Rabu, 29 April 2026.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kobar, M. Yasir Fajar Afrizal, mengatakan, Pemkab Kobar diminta terus memantau kondisi ekonomi masyarakat secara berkala, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini.
“Kami berharap pemerintah daerah menjaga daya tahan ekonomi pelaku usaha dan masyarakat kecil melalui langkah yang tepat dan terukur,” jelas M. Yasir Fajar Afrizal.
Fraksi Golkar juga menyoroti persoalan antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di wilayah Kobar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
“Segera lakukan langkah konkret dan pengawasan optimal terkait antrean panjang pembelian BBM agar tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas M. Yasir Fajar Afrizal.
Selain itu, Fraksi Golkar meminta perhatian serius terhadap Perumda Tirta Arut agar mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami mendorong penyehatan tata kelola perusahaan, sekaligus meminta hasil audit serta rekomendasi BPKP disampaikan kepada DPRD sebagai bahan konsultasi,” jelas M. Yasir Fajar Afrizal.
Menurut M. Yasir Fajar Afrizal, Fraksi Golkar, berbagai masukan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah demi meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat pembangunan daerah di Kabupaten Kobar. (WAHYU KRIDA/y)









