BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang pelaksanaan audit sertifikasi, Badan Usaha Milik Desa atau BUMDesa Berkah Mulya Jaya atau BMJ, Desa Mekar Mulya, terus memperkuat kapasitas pekebun melalui sosialisasi prinsip dan kriteria (P&C) RSPO dan ISPO. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Bina Bhakti.
Sosialisasi diikuti pekebun yang tergabung dalam unit sertifikasi sebagai bagian dari upaya memastikan penerapan standar keberlanjutan di tingkat lapangan. Materi yang disampaikan mengacu pada standar terbaru RSPO yang berlaku sejak November 2025 serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025 tentang ISPO.
Direktur BUMDesa Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi di empat desa.
“Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Wonorejo dan akan dilanjutkan ke desa lainnya,” kata Choirul pada Rabu, 29 April 2026.
Sebanyak 506 pekebun dari delapan kelompok tani dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Setelah Desa Wonorejo dan Bina Bhakti, agenda serupa akan berlanjut di Desa Mekar Mulya dan Purwareja.
Menurut Choirul, penguatan pemahaman ini menjadi langkah krusial menjelang audit penilikan ketiga (ASA-3) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
“Saat ini kami memasuki tahap audit penilikan, sehingga penting bagi pekebun untuk memahami prinsip dan kriteria yang berlaku,” katanya.
Melalui kegiatan ini, BUMDesa berharap seluruh pekebun mampu memenuhi standar sertifikasi secara konsisten sehingga proses audit berjalan lancar dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









