BORNEONEWS, Sampit – Di tengah derasnya pengaruh modernisasi dan budaya luar, generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai masih menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya adat Dayak. Hal ini terlihat dari semakin berkembangnya sanggar seni dan budaya di daerah tersebut.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa arus globalisasi membawa banyak pengaruh budaya luar. Namun, kita tetap bangga karena masih banyak generasi muda yang peduli terhadap budaya lokal, terlihat dari berkembangnya sanggar tari dan kesenian adat Dayak," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Ramadansyah, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan sanggar seni memiliki peran penting sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni budaya agar tetap terarah.
Saat ini, Disbudpar Kotim mencatat sedikitnya 123 sanggar seni dan budaya yang telah terdaftar secara resmi. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat.
"Data sementara ada sekitar 123 sanggar yang sudah terdaftar. Bahkan belum lama ini kami kembali menerima permohonan izin operasional sanggar baru," ungkapnya.
Menurutnya, tingginya minat generasi muda terhadap seni budaya Dayak menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan budaya daerah di masa depan.
"Ini menunjukkan bahwa generasi muda kita masih memiliki kepedulian terhadap budaya lokal," tambahnya.
Ke depan, pihaknya berencana melakukan pendataan lebih rinci, termasuk jumlah anggota di setiap sanggar sebagai bagian dari upaya pembinaan yang lebih terarah.
Ramadansyah juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan dunia seni budaya Dayak. Ia mengaku pernah aktif sebagai pemain musik etnik di Sanggar Habaring Hurung dan tampil di sejumlah panggung nasional.
"Saya pernah tampil di Gedung Kesenian Jakarta dan Gedung Cak Durasim Surabaya. Itu menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan saya di dunia seni," tuturnya.
Ia berharap budaya Dayak terus diwariskan kepada generasi muda, mengingat budaya tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga mencerminkan nilai kesantunan dan karakter masyarakat.
"Budaya adalah bagian dari identitas kita, yang mencerminkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









