BORNEONEWS, Pulang Pisau – Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Pulang Pisau menggelar kegiatan Pulang Pisau Menari II dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Acara tersebut berlangsung meriah di Lapangan Handep Hapakat, Rabu malam, 29 April 2026.
Ketua KSBN Pulang Pisau, Dede Stevanus, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni tari di daerah, dengan menghadirkan beragam penampilan dari tradisional hingga modern.
“Dalam peringatan Hari Tari Sedunia ini, kami menampilkan berbagai jenis tarian, mulai dari tari budaya Dayak hingga tari modern seperti hip hop. Kegiatan ditutup dengan pertunjukan kerungut dan tari manasai,” ujar Dede.
Pulang Pisau Menari II merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Tahun ini, konsep acara kembali dikembangkan dengan menghadirkan variasi penampilan yang lebih beragam.
“Ini adalah seri lanjutan dari tahun lalu. Dalam momentum Hari Tari Sedunia, kami mengemasnya dalam beberapa seri kegiatan,” tambahnya.
Peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pulang Pisau, bahkan hingga dari Kecamatan Jabiren Raya. Total terdapat tujuh kelompok tari serta satu penampil individu yang membawakan kerungut.
“Pesertanya ada yang tampil berkelompok maupun berpasangan. Ini menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap seni tari cukup tinggi,” jelasnya.
Dede berharap, ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap para pelaku seni, khususnya dalam penyediaan fasilitas dan ruang berekspresi.
“Kami berharap ada dukungan yang lebih besar, baik dalam bentuk fasilitas maupun ruang berkesenian, tidak hanya untuk tari, tetapi juga seni musik dan seni rupa,” tutupnya. (RETHA/J)









