BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan curah hujan yang masih terjadi di akhir April dengan menampung air sebagai cadangan menghadapi musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih dipengaruhi awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan. Situasi tersebut dinilai sebagai peluang bagi masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan air bersih ke depan.
"Akhir April ini awan cumulonimbus masih mengancam. Dari sisi alam, ini menyediakan air yang harus dipanen untuk menghadapi musim kemarau panjang," ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menampung air hujan sebanyak mungkin, baik melalui penampungan sederhana maupun fasilitas yang lebih permanen.
Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengantisipasi potensi kekurangan air bersih saat kemarau melanda, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
"Kami berharap masyarakat di Kotim bisa menampung air hujan sebanyak-banyaknya, sehingga saat musim kemarau bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih," tambahnya.
BPBD Kotim juga mengingatkan bahwa musim kemarau panjang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kekeringan hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dengan memanfaatkan air hujan sejak dini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta mengurangi dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau berlangsung. (DEWI PATMALASARI/j)









