SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan beralih ke tas belanja ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali.

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, upaya pengurangan plastik telah lama digaungkan, termasuk melalui surat edaran bupati. Hal ini penting mengingat plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan.

"Kami berharap masyarakat bisa mengurangi penggunaan plastik. Saat berbelanja, sebaiknya sudah membawa kantong sendiri, baik dari kertas maupun kain yang bisa dipakai berulang," ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, selain sulit didaur ulang, sampah plastik juga membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Oleh karena itu, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah plastik.

Di sisi lain, ia menilai kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah saat ini mulai menunjukkan tren positif. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dinilai semakin berkurang.

Ia juga mengungkapkan bahwa volume sampah plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

"Untuk plastik sudah jauh berkurang, paling yang masih terlihat itu kantong plastik saja. Kalau botol plastik hampir tidak ada lagi," katanya.

Meski demikian, DLH Kotim berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga pengurangan sampah plastik dapat berjalan secara konsisten.

"Sampah itu tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Kita yang menghasilkan, maka kita juga yang harus mengelola dan menyelesaikannya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)