BORNEONEWS, Kasongan - Kenaikan harga getah karet membuat para petani karet di Kabupaten Katingan gembira. Bahkan di antaranya mengaku sujud sukur.

"Sudah hampir sebulan ini harga karet membaik, dan sekarang dihargai Rp8 ribu per kilo atau delapan ratus ribu per pikul (kwintal) oleh pengumpul," kata Adon, salah seorang pemilik kebun/petani karet di Jalan Soekarno-Hatta Kasongan, Senin (2/1/2017).

Adon mengaku memiliki tiga hektar kebun karet yang saat ini sebagian sudah bisa dideres.

"Kita mulai bisa menyadap karet itu pertengahan tahun lalu Mas, dan waktu itu harga getah masih dihargai murah Rp4.500 per kilo. Lalu sampai bulan Nopember 2016 naik menjadi Rp6.000 per kilo, dan sejak sebulan lalu naik lagi menjadi Rp8 ribu per kilo, makanya saya kemarin sempat sujud sukur karena harga karet naik," aku Adon.

Menurut Adon usia tanaman pohon karet miliknya sudah sekitar 5 tahun. Namun karena pertumbuhannya tidak merata, hingga dirinya masih belum bisa menyadap seluruh batang karet yang ada.

"Kita masih menderes yang ukuran batangnya besar, yang kecil kita tinggal dulu," imbuhnya.(ABDUL GOFUR/m).