BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya membangun budaya kerja aman terus didorong PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. atau SSMS melalui pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 bagi kelompok tani hutan di Desa Tanjung Terantang.
Pelatihan yang menyasar anggota Hutan Kemasyarakatan atau HKm Tani Sejati ini menjadi ruang pembelajaran bersama antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan setempat.
Pendamping dari SSMS, Affan Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan partisipasi aktif dari para peserta.
“Materi yang disampaikan mudah dipahami dan interaksi selama pelatihan cukup aktif, sehingga suasana tidak kaku. Ini membantu peserta lebih cepat memahami pentingnya penerapan K3,” ujarnya pada Kamis, 30 April 2026.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja di lapangan.
“Kami melihat peserta sangat terbuka dan aktif. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan kerja mulai tumbuh dan perlu terus diperkuat,” katanya.
Selain penyampaian materi, pelatihan juga diisi dengan praktik langsung pertolongan pertama pada kecelakaan atau P3K, sehingga peserta memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.
SSMS menilai peningkatan kapasitas ini menjadi fondasi penting dalam mendorong praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Andri Najiburrahman menegaskan bahwa keselamatan kerja tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bagian dari keberlanjutan aktivitas di lapangan.
“Keselamatan kerja bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan aktivitas di lapangan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kelompok tani hutan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menerapkan prosedur kerja yang lebih aman dalam setiap kegiatan. (TESTI PRISCILLA/j)









