PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pendamping dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., Fandi Febriansyah, menilai kesiapan pekebun dalam menghadapi audit sertifikasi terus menunjukkan perkembangan positif.

Hal itu disampaikan usai kegiatan sosialisasi prinsip dan kriteria RSPO dan ISPO yang digelar BUMDesa Berkah Mulya Jaya di Balai Desa Bina Bhakti.

Menurut Fandi, kegiatan pendampingan menjadi kunci dalam memastikan standar tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan di lapangan.

“Pendampingan seperti ini diperlukan agar pekebun tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari. Ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan kesiapan menghadapi audit,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 30 April 2026.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi pekebun dalam kegiatan tersebut sebagai modal penting keberhasilan sertifikasi.

“Kami melihat antusiasme pekebun sangat tinggi. Ini menjadi modal penting agar penerapan standar RSPO dan ISPO dapat berjalan konsisten di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi audit penilikan ketiga (ASA-3) yang akan dilaksanakan pada Juni 2026 oleh lembaga sertifikasi independen.

Melalui sinergi antara BUMDesa, perusahaan pendamping, dan pekebun, diharapkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dapat terus diperkuat secara menyeluruh. (TESTI PRISCILLA/j)