PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peserta Training Asesor ISPO Hilir melaksanakan kunjungan lapangan ke PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) yang berlokasi di Tempenek, Kumai, Kotawaringin Barat pada 24 April 2026. 

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan, untuk memberikan pemahaman langsung mengenai implementasi standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di sektor hilir.

Kunjungan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, yaitu perwakilan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perekonomian. 

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan untuk melihat secara langsung proses operasional perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan penerapan prinsip keberlanjutan, pengelolaan lingkungan, serta sistem ketertelusuran produk.

General Manager CBUT Juniwal Hendri, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas calon asesor ISPO.

 “Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana berbagi praktik terbaik dalam penerapan standar ISPO di sektor hilir. Harapannya, peserta dapat memperoleh gambaran nyata tentang implementasi di lapangan,” ujarnya sebagaimana rilis diterima pada Kamis, 30 April 2026.

Selama kunjungan, peserta melakukan observasi ke beberapa area operasional, dari fasilitas penerimaan, fasilitas pengolahan hingga proses pengiriman produk CBUT yang mendukung kepatuhan terhadap standar ISPO. 

Selain itu, sesi diskusi interaktif juga digelar untuk membahas tantangan dan solusi, dalam penerapan prinsip keberlanjutan di industri hilir kelapa sawit.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini sangat membantu dalam memahami aspek praktis yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. 

“Kami bisa melihat langsung bagaimana standar ISPO diterapkan, mulai dari prosedur hingga implementasi di lapangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta Training Asesor ISPO Hilir dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka dalam melakukan proses audit secara profesional, serta turut mendorong penerapan praktik berkelanjutan di industri kelapa sawit Indonesia. (DANANG/J)