BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, masyarakat di Palangka Raya juga diimbau untuk memperhatikan tata cara penyembelihan yang baik dan sesuai standar. Hal ini penting guna menjaga kualitas daging serta aspek kebersihan lingkungan.
Kepala Puskeswan Kalampangan, drh Eko Hari Yuwono, menekankan bahwa proses penyembelihan harus dilakukan secara benar, baik dari sisi syariat maupun teknis kesehatan. Ia mengingatkan agar penyembelihan dilakukan oleh orang yang berkompeten.
“Penyembelihan harus dilakukan oleh juru sembelih yang memahami tata cara halal dan higienis. Ini penting agar daging yang dihasilkan tetap aman, sehat, utuh, dan halal,” kata drh Eko pada Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, proses sebelum dan sesudah penyembelihan juga perlu diperhatikan, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan (antemortem dan postmortem). Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada penyakit yang membahayakan.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah tersedia di Kota Palangka Raya. RPH dinilai memiliki standar kebersihan dan penanganan limbah yang lebih baik.
“Di RPH, proses penyembelihan sudah memenuhi standar, mulai dari pemeriksaan hewan hingga fasilitas yang higienis. Ini menjadi pilihan yang lebih aman dan tertata,” jelasnya lagi.
Dengan mengikuti prosedur penyembelihan yang benar, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan lancar, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan lingkungan. (TESTI PRISCILLA/j)









