PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, melakukan kunjungan kerja ke lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, tepatnya di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat serta mengembangkan potensi perikanan yang dimiliki, agar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi warga.

Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai wadah pengaturan dan penyamaan pandangan terkait pelaksanaan Program Nelayan Merah Putih serta pengembangan budidaya ikan dengan pendekatan tematik berbasis sistem bioflok.

Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk melanjutkan perjanjian kerja sama yang telah disusun, sehingga seluruh rencana dan kegiatan pada tahun 2026 dapat berjalan secara teratur, terkoordinasi, dan menghasilkan capaian yang sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.

Menurut Achmad Zaini, langkah ini diambil karena Kota Palangka Raya saat ini sangat membutuhkan pasokan benih ikan yang berkualitas tinggi dan induk ikan unggul.

Kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi melalui hasil pengembangan dan penerapan teknologi budidaya yang dimiliki oleh BPBAT Mandiangin, yang telah terbukti menghasilkan jenis ikan dengan kualitas baik dan tingkat keberhasilan budidaya yang tinggi.

“Benih dan induk ikan yang kami peroleh nantinya akan dikembangkan di berbagai lokasi pembudidayaan yang ada di wilayah kami. Kami yakin dengan kualitas bibit yang terjamin, maka hasil produksi akan meningkat, biaya pemeliharaan dapat lebih efisien, dan pada akhirnya pendapatan para pembudidaya pun akan ikut meningkat,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Ia juga menekankan bahwa pasokan yang teratur menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan sektor ini.

Selain memperoleh pasokan bibit unggul, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengumpulkan seluruh pengetahuan serta panduan teknis dalam melaksanakan budidaya ikan.

Mulai dari tahap persiapan, cara pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik panen dan penanganan hasil, semuanya dipelajari agar dapat diterapkan dengan baik dan diajarkan kepada masyarakat yang bergerak di bidang ini.

Achmad Zaini juga menyampaikan bahwa ke depannya, sektor ini tidak hanya difokuskan pada produksi semata, tetapi juga dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis pertanian dan perikanan.

“Wilayah kita memiliki banyak danau, sungai, serta rawa yang jika dikelola dengan baik dapat dijadikan tempat wisata yang mendidik. Hal ini akan membuka peluang usaha baru, memperkuat usaha kecil dan menengah, serta sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan bagi warga,” pungkasnya. (PATHUR/j)