PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian orangutan terus didorong melalui pendekatan edukasi kepada generasi muda. Di tengah tekanan terhadap hutan Kalimantan, kesadaran menjaga satwa endemik tersebut dinilai penting ditanamkan sejak dini, termasuk melalui lingkungan sekolah.

Hal itu diwujudkan melalui program Orangutan Goes to School atau OGTS yang kembali digelar di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada Rabu, 29 April 2026. Program ini menjadi bagian dari langkah kolaboratif untuk mengenalkan pentingnya konservasi, tidak hanya dari kawasan hutan, tetapi juga dari ruang kelas.

Kegiatan kali ini menyasar dua sekolah yang berada di sekitar kawasan pra-pelepasan orangutan Pulau Salat, yakni SDN 1 Pilang dan SMPN 1 Jabiren Raya. Kedekatan wilayah tersebut menjadikan para siswa sebagai bagian dari komunitas yang hidup berdampingan langsung dengan upaya pelestarian orangutan.

Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka dibekali pengetahuan dasar mengenai orangutan sebagai satwa dilindungi, sekaligus memahami berbagai ancaman yang dihadapi, terutama akibat hilangnya habitat alami.

Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Amrullah, menyampaikan bahwa edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis dalam membangun kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.

"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga orangutan bukan hanya tanggung jawab lembaga konservasi, tetapi juga masyarakat sekitar," kata Amrullah dalam rilisnya pada Kamis, 30 April 2026.

Selain itu, melalui sesi interaktif yang dipandu tim komunikasi BOSF, para siswa diajak mengenali perbedaan orangutan dengan jenis kera lainnya.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap upaya pelestarian satwa khas Kalimantan ini," katanya. (TESTI PRISCILLA/y)