PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kedekatan wilayah sekolah dengan kawasan konservasi menjadi alasan pentingnya edukasi lingkungan bagi pelajar di Kabupaten Pulang Pisau. Melalui program Orangutan Goes to School atau OGTS, siswa diajak memahami peran mereka dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi, khususnya orangutan.

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SDN 1 Pilang dan SMPN 1 Jabiren Raya, dua sekolah yang berada di sekitar kawasan pra-pelepasan orangutan Pulau Salat. Posisi geografis tersebut membuat para siswa memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pelestarian yang berlangsung di lingkungan mereka.

Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Dalam kegiatan itu, mereka tidak hanya diperkenalkan pada orangutan sebagai satwa khas Kalimantan, tetapi juga diajak memahami ancaman serius yang dihadapi, seperti deforestasi dan hilangnya habitat alami.

Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Amrullah, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar, termasuk pelajar, menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan konservasi.

“Siswa di wilayah ini memiliki peran strategis karena mereka hidup berdekatan dengan kawasan konservasi. Pemahaman yang baik akan berdampak pada sikap mereka ke depan,” katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 30 April 2026.

Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh tim komunikasi BOSF, sehingga siswa lebih mudah memahami perbedaan orangutan dengan jenis primata lainnya. Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di kalangan generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan sekitar," katanya lagi.

Dengan bekal pengetahuan yang memadai, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian orangutan di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/y)