SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai kehadiran pesawat berbadan besar Airbus A320 milik maskapai Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit yang dijadwalkan pada 7 Mei 2026 mendorong akselerasi ekonomi daerah. 

Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menilai kehadiran pesawat dengan kapasitas besar tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ini kabar baik bagi masyarakat. Dengan hadirnya pesawat berbadan besar, akses transportasi udara semakin terbuka dan pilihan penerbangan menjadi lebih banyak," ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, peningkatan kapasitas angkut pesawat tidak hanya berdampak pada mobilitas penumpang, tetapi juga distribusi barang. Hal ini dinilai penting dalam menunjang aktivitas ekonomi seperti perdagangan, investasi, dan sektor jasa.

"Tidak hanya penumpang, tetapi juga kargo. Ini tentu akan mempercepat distribusi barang dan bisa menekan biaya logistik," tambahnya.

Ia juga menilai masuknya maskapai dengan armada lebih besar akan memicu persaingan sehat di sektor penerbangan. Kondisi tersebut diharapkan berdampak pada harga tiket yang lebih kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.

"Kalau ada kompetisi, biasanya harga tiket akan lebih bersaing. Ini yang kita harapkan agar masyarakat bisa menikmati layanan dengan harga lebih terjangkau," katanya.

Meski demikian, Rimbun mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur serta aspek keselamatan penerbangan. Ia menekankan bahwa seluruh persyaratan teknis harus dipastikan memenuhi standar, mengingat kondisi landasan pacu bandara yang masih terbatas.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kita mendukung, tapi semua aspek teknis harus benar-benar siap," ucap Rimbun.

Ia optimistis, pendaratan perdana Airbus A320 di Bandara Haji Asan Sampit akan menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas Kotim dengan berbagai daerah di Indonesia.

"Ini langkah maju yang harus kita jaga bersama agar Kotim semakin berkembang dan terhubung dengan daerah lain," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)