BORNEONEWS, Sampit – Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Wim RK Benung menyebut purna tugas aparatur sipil negara (ASN) menjadi babak baru untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
"Memasuki masa purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Justru, masa ini merupakan awal Dari babak kehidupan Yang baru, di mana saudara-saudari memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, mempererat kebersamaan dengan keluarga, serta meningkatkan peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan," kata Wim RK Benung, Kamis, 30 April 2026.
Hal tersebut ia sampaikan saat pelepasan pegawai negeri sipil Yang memasuki masa purna tugas TMT 1 Mei dan 1 Juni 2026 di Gedung CAT BKPSDM Kotim.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang telah mengakhiri masa tugasnya. Menurutnya, pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun menjadi kontribusi nyata dalam mendukung jalannya pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik di daerah.
"Pengabdian yang telah saudara-saudari berikan merupakan wujud komitmen sebagai aparatur sipil negara. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan dan kemajuan daerah yang kita cintai bersama," ujarnya.
Ia menekankan, menjadi ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.
Berbagai pengalaman yang telah dilalui selama bertugas diharapkan dapat menjadi bekal berharga, baik bagi pribadi maupun bagi generasi penerus.
Wim menyebut nilai-nilai disiplin, loyalitas, dedikasi, serta semangat pengabdian yang telah ditunjukkan para ASN purna tugas perlu menjadi teladan bagi pegawai yang masih aktif.
Dirinya juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kotim untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Jadikan momentum ini sebagai refleksi bahwa setiap masa memiliki batas, sehingga setiap waktu harus dimanfaatkan secara optimal untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab," tambahnya.
Ia berharap hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah dan para purna tugas tetap terjaga. Menurutnya, pengalaman serta wawasan yang dimiliki para pensiunan ASN tetap menjadi aset berharga bagi pembangunan daerah. (DEWI PATMALASARI/R)









