BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aktivitas balap liar di Kuala Kapuas dilaporkan mulai kembali muncul dan berulang di sejumlah ruas jalan, memicu kekhawatiran warga sekaligus menghidupkan kembali wacana pembangunan sirkuit balap sebagai solusi jangka panjang.
Fenomena ini bukan hal baru. Sejumlah warga menilai praktik balap liar telah berlangsung lama dan terus berulang dari waktu ke waktu. “Turun temurun, dari generasi ke generasi. Kecuali ada dibikin arena sirkuit di Kuala Kapuas,” ungkap Fendi, salah seorang warga Kapuas, Kamis, 30 April 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, dilakukan survei pendapat partisipatif untuk menangkap pandangan masyarakat terkait rencana pembangunan sirkuit. Survei ini disebarkan melalui sejumlah grup komunikasi warga dalam satu hari yang sama.
Metode yang digunakan adalah online voting terbuka di lima grup percakapan, yakni TRC Informasi Kapuas 5, TRC Informasi Kapuas 4, TRC Informasi Kapuas, TRC Informasi Kapuas 2, serta Media Informasi by Story Kapuas. Total partisipasi tercatat sebanyak 253 responden. Survei ini tidak dilaporkan didanai pihak tertentu dan bersifat partisipatif.
Pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah ingin sirkuit untuk balapan dibangun di Kuala Kapuas agar balap liar berkurang?” dengan tiga opsi jawaban, yakni setuju dan yakin efektif, setuju namun ragu, serta tidak setuju.
Di grup TRC Informasi Kapuas 5, sebanyak 46 responden menyatakan yakin pembangunan sirkuit dapat mengurangi balap liar. Sementara 14 responden setuju namun meragukan dampaknya, dan 8 responden menolak.
Di TRC Informasi Kapuas 4, sebanyak 33 responden menyatakan setuju namun ragu, 19 responden optimistis, dan 9 responden menolak dengan alasan prioritas anggaran. Pola serupa juga terlihat di grup lainnya.
Di TRC Informasi Kapuas, sebanyak 22 responden menyatakan setuju namun pesimis, 10 responden optimistis, dan 1 responden menolak. Sementara di TRC Informasi Kapuas 2, sebanyak 24 responden optimistis dan 10 responden menyatakan ragu, tanpa ada penolakan.
Di grup Media Informasi by Story Kapuas, sebanyak 35 responden memilih setuju namun ragu, 13 responden optimistis, dan 9 responden menolak. Data ini menunjukkan dukungan yang cukup besar, namun diiringi keraguan yang dominan.
Secara keseluruhan, mayoritas responden menyetujui pembangunan sirkuit balap. Namun, sebagian besar dari mereka belum sepenuhnya yakin langkah tersebut akan efektif mengurangi balap liar yang kerap terjadi di jalan raya.
Sebagai catatan, survei pendapat ini bersifat partisipatif dan hanya merepresentasikan pandangan anggota grup yang terlibat, sehingga lebih tepat diposisikan sebagai gambaran awal opini warga, bukan hasil survei ilmiah yang mewakili seluruh masyarakat Kuala Kapuas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana pembangunan sirkuit maupun langkah penanganan balap liar di wilayah tersebut. Diperlukan verifikasi lanjutan serta dukungan data lain agar gambaran yang dihasilkan lebih komprehensif dan berimbang. (SABRIANOOR/R)








