BORNEONEWS, Bogor – Kementerian Pertanian mengadopsi gagasan akademisi IPB University menjadi gerakan nasional pengendalian hama berbasis lapangan yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, mengatakan gerakan ini merupakan tindak lanjut dari masukan akademisi untuk memperkuat strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
“Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Prof Hermanu Triwidodo saat dialog dengan Menteri Pertanian di IPB,” ujarnya di Kabupaten Bogor, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut berupa gerakan pengumpulan kelompok telur hama penggerek batang yang dilaksanakan serentak di 10 provinsi dan melibatkan hampir 250 kabupaten di Indonesia.
Menurutnya, langkah ini menjadi upaya konkret dalam menekan serangan hama sejak dini melalui pendekatan sederhana namun efektif di tingkat petani.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani, hingga pelajar.
Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, misalnya, kegiatan diikuti lebih dari 150 peserta dengan rangkaian kegiatan berupa praktik langsung di lapangan, siaran kegiatan dari daerah lain, serta diskusi interaktif.
Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Suryo Wiyono, menekankan pentingnya intervensi sejak fase awal pertumbuhan tanaman.
Menurutnya, pengumpulan kelompok telur pada masa persemaian menjadi strategi efektif karena dilakukan di area terbatas, tetapi berdampak besar dalam menekan populasi hama.
“IPB mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan seperti pengumpulan telur hama ini,” katanya.
Gerakan nasional ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani dalam menghadirkan solusi pengendalian hama yang aplikatif dan berkelanjutan.
ANTARA









