PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 80 siswa mengikuti kegiatan Orangutan Goes to School (OGTS) yang kembali digelar di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Program ini menunjukkan bahwa pelestarian tidak selalu dimulai dari hutan, melainkan juga dari ruang kelas.

Kali ini, kegiatan menyasar siswa SDN 1 Pilang dan SMPN 1 Jabiren Raya, dua sekolah yang berada di sekitar kawasan pra-pelepasan orangutan Pulau Salat.

"Siswa mengikuti edukasi ini dengan penuh antusias, dalam upaya menanamkan kesadaran terhadap pelestarian orangutan sejak usia dini," kata Hermawan, perwakilan tim komunikasi BOSF dalam rilis SSMS pada Jumat, 1 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan edukatif untuk memperkenalkan pentingnya menjaga satwa dilindungi di Kalimantan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya dikenalkan pada orangutan sebagai satwa yang dilindungi, tetapi juga diajak memahami berbagai ancaman yang dihadapi, terutama akibat hilangnya habitat alami. Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Hermawan, perwakilan tim komunikasi BOSF, menjadi yang ditugaskan untuk menyampaikan materi dengan pendekatan dialogis.

"Kami mengajak siswa untuk membedakan orangutan dengan jenis kera lainnya, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih komprehensif dan tidak sekadar mengenal secara umum," katanya dalam rilis SSMS pada Jumat, 1 Mei 2026.

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka yang mulai memahami bahwa keberadaan orangutan sangat bergantung pada kelestarian hutan sebagai habitat utamanya.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Antung Wahyudi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah. Kehadiran pihak pemerintah tersebut memperkuat pesan bahwa pelestarian orangutan bukan hanya tanggung jawab satu pihak.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan orangutan di alam liar. Melalui edukasi seperti ini, diharapkan kesadaran kolektif dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada upaya konservasi jangka panjang. (TESTI PRISCILLA/j)