PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST di The Langham Jakarta pada Kamis, 30 April 2026 dengan agenda utama pemaparan kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025. Dalam forum tersebut, manajemen menegaskan capaian positif yang ditopang peningkatan produksi dan efisiensi operasional.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas.

“Kinerja ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi operasional yang adaptif, sekaligus menjaga efisiensi di tengah dinamika harga komoditas global,” ujarnya.

Secara finansial, SSMS membukukan pendapatan sekitar Rp14,81 triliun hingga akhir 2025. Angka ini tumbuh sekitar 42,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi utama berasal dari segmen minyak dan lemak nabati yang masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan.

Tak hanya itu, laba tahun berjalan juga mengalami peningkatan tajam. Perseroan mencatatkan laba sekitar Rp1,39 triliun atau naik sekitar 67,43 persen secara tahunan. Jap Hartono menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan pengendalian biaya operasional.

“Kami mampu menjaga margin usaha tetap stabil meski menghadapi fluktuasi harga global,” tambahnya.

Dari sisi neraca, total aset SSMS turut mengalami pertumbuhan sebesar 14,43 persen, dari Rp11,87 triliun pada 2024 menjadi Rp13,58 triliun di 2025. Kenaikan ini salah satunya didorong oleh langkah strategis perseroan melalui akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari yang memperluas basis aset dan kapasitas usaha.

Sementara itu, ekuitas perseroan juga meningkat menjadi Rp2,94 triliun dari sebelumnya Rp2,89 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari akumulasi laba tahun berjalan, yang memperkuat struktur permodalan perusahaan ke depan. Jap Hartono menegaskan, pihaknya akan terus menjaga kinerja positif ini melalui penguatan operasional dan ekspansi yang terukur guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)